dibelitung yang kota kecil itu tidak ada taxi yang melayani perjalanan wisata, mungkin bukan tidak ada tetapi sulit untuk ada, karena jumlah penduduk yang sedikit dan di belitung masyarakatnya kebanyakan menggunakan kendaraan pribadi sendiri minimal motor setiap rumah ada.
nahh inilah yang menyebabkan jasa angkutan taxi sampai saat belitung menjadi daerah tujuan wisata seperti sekarang ini pun belum ada terlihat di belitung.
belitung yang indah pantai nya yang unik tentunya banyak wisatawan yang ingin berkunjung kebelitung, tetapi kendala transportasi dibelitung sebenarnya tidak akan menjadi sulit karena sewa mobil belitung sudah banyak bahkan menjamur dibelitung, dengan variasi harga yang tidak terlalu mahal.
sewa aja mobil rental di belitung maka itu akan jadi solusi perjalanan anda di belitung, tidak mahal sewa mobil belitung, tetapi pilihlah perusahaan rental yang paham tempat2 wisata dan bisa memberikan layanan yang lebih baik, seperti layanan booking yang cepat dan pelayanan sopir yang ramah tentunya.
blog berita belitung
Jumat, 17 Mei 2013
izin kafe lengkap tak bisa ditutup
komplain yang dilakukan oleh warga terhadap gangguan yang diakibatkan kafe pelangi sia2 saja meskipun sudah sampai ke lembaga perwakilan rakyat.
ketua komisi III suhardi politisi dari partai bulan bintang ini terkesan membela pihak kafe pelangi, kafe tersebut sudah melengkapi izin jadi tidak bisa lagi di ganggu gugat apalagi untuk ditutup, upaya persuasif saja yang bisa dilakukan oleh masyarakat kata suhardi.
untuk itu warga kami tekankan jangan sampai terlalu mudah menandatangani izin gangguan (HO) jangan karena 50 ribu atau 100 ribu sudah menandatangani izin gangguan, akhirnya ya seperti ini kata suhardi lebih lanjut.
(sumber pos belitung)
ketua komisi III suhardi politisi dari partai bulan bintang ini terkesan membela pihak kafe pelangi, kafe tersebut sudah melengkapi izin jadi tidak bisa lagi di ganggu gugat apalagi untuk ditutup, upaya persuasif saja yang bisa dilakukan oleh masyarakat kata suhardi.
untuk itu warga kami tekankan jangan sampai terlalu mudah menandatangani izin gangguan (HO) jangan karena 50 ribu atau 100 ribu sudah menandatangani izin gangguan, akhirnya ya seperti ini kata suhardi lebih lanjut.
(sumber pos belitung)
Selasa, 14 Mei 2013
izi lengkap tak bisa ditutup
KOMPLAIN yang dilakukan masyarakat terhadap gangguan yang diakibatkan beroperasinya kafe harus disikapi secara persuasif. Semua pihak diharapkan tidak hanya untuk memperhatikan keluhan yang disampaikan namun juga perizinan yang sudah dipegang pengusaha sebagai dasar untuk menjalankan bisnisnya.
Ketua komisi III DPRD Kabupaten Belitung Suhardi mengatakan pihak kafe pelangi telah melengkapi perizinannya dan hingga saat ini perizinan tersebut masih berlaku.
========\rangkuman
inilah sepenggal berita belitung tentang kafe pelangi, yg dimaksud kafe di belitung adalah sejenis tempat hiburan malam yang menyediakan hiburan malam seperti organ tunggal dsb. serta menjual aneka minuman keras, nahh inilah yg menjamur di belitung dewasa ini.
Ketua komisi III DPRD Kabupaten Belitung Suhardi mengatakan pihak kafe pelangi telah melengkapi perizinannya dan hingga saat ini perizinan tersebut masih berlaku.
========\rangkuman
inilah sepenggal berita belitung tentang kafe pelangi, yg dimaksud kafe di belitung adalah sejenis tempat hiburan malam yang menyediakan hiburan malam seperti organ tunggal dsb. serta menjual aneka minuman keras, nahh inilah yg menjamur di belitung dewasa ini.
Sabtu, 04 Mei 2013
Amirah Menilai Siswa Belitung Antusias Belajar Bahasa Inggris
bangkapos.com/novita
Amirah Nelson
Laporan wartawan Pos Belitung Novita
BANGKAPOS.COM, BELITUNG -- Amirah Nelson, English Teacher Assistance dari program AMINEF yang ditempatkan di SMAN 1 Tanjungpandan, menilai siswa di tempatnya ditugaskan mengajar sangat antusias untuk belajar Bahasa Inggris.
Amirah mengatakan, mereka sangat antusias karena mereka spesial dan memiliki kesempatan belajar dengan native speaker dalam belajar Bahasa Inggris. Dan hanya SMAN 1 Tanjungpandan dan SMKN 1 Tanjungpandan yang memiliki kesempatan itu.
Sebelum meninggalkan Belitung, Amirah berpesan agar murid-muridnya terus belajar Bahasa Inggris.
"But I hope just because I'm not here anymore, that does not mean that they're stop their study," kata Amirah kepada bangkapos.com, Kamis (2/5/2013).
BANGKAPOS.COM, BELITUNG -- Amirah Nelson, English Teacher Assistance dari program AMINEF yang ditempatkan di SMAN 1 Tanjungpandan, menilai siswa di tempatnya ditugaskan mengajar sangat antusias untuk belajar Bahasa Inggris.
Amirah mengatakan, mereka sangat antusias karena mereka spesial dan memiliki kesempatan belajar dengan native speaker dalam belajar Bahasa Inggris. Dan hanya SMAN 1 Tanjungpandan dan SMKN 1 Tanjungpandan yang memiliki kesempatan itu.
Sebelum meninggalkan Belitung, Amirah berpesan agar murid-muridnya terus belajar Bahasa Inggris.
"But I hope just because I'm not here anymore, that does not mean that they're stop their study," kata Amirah kepada bangkapos.com, Kamis (2/5/2013).
Penulis : novita
Editor : asmadi
Sumber : bangkapos.com
dua anggota dprd belitung tidak lagi nyaleg
Laporan Wartawan Pos Belitung, Al Adhi Setyanto
BANGKAPOS.COM, BELITUNG - Dua anggota DPRD Kabupaten Belitung aktif dipastikan tidak menjadi bakal calon legeslatif (bacaleg) pada Pemilu Legeslatif 2014 mendatang. Keduanya adalah Suhardi dari Partai Gerindra dan Fachrul Watoni dari Partai Demokrasi Pembaharuan (PDP).
Kedua anggota DPRD tersebut tidak terdaftar sebagai bacaleg dari partai manapun di Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Belitung. Walaupun Gerindra merupakan partai peserta Pemilu Legeslatif 2014 mendatang, namun Suhardi tidak termasuk dalam nama yang didaftarkan ke KPU sebagai bacaleg. Fachrul Watoni sendiri tak menyeberang ke partai lain setelah PDP tidak termasuk sebagai peserta pemilu.
Suhardi mengatakan Partai Gerindra sebetulnya masih mengakomodir dirinya bila masih ingin mencalonkan diri sebagai legeslatif. Namun saat ini suasana hati Suhardi tidak ingin menjadi caleg. Ia hanya ingin menyelesaikan tugasnya dengan baik di DPRD hingga periode ini selesai.
"Kalau dari partai diakomodir, tetapi saya nggak mau. Karena dari awal masuk Partai Gerindra saya diajak kawan, pas DCT (daftar calon tetap) keluar ya sudah kami berjuang habis-habisan dan jadi. Kalau bicara soal nyaleg itu bicara soal suasana hati," ungkap Suhardi kepada bangkapos.com, Jumat (3/5/2013).
Fachrul Watoni juga mengungkapkan, walaupun dirinya mempunyai kesempatan menjadi bacaleg dari partai lain, namun dirinya enggan menyakiti hati pemilihnya dengan berpindah partai. Walaupun partainya saat ini bukan merupakan partai peserta pemilu mendatang.
"Nyalon itu panggilan jiwa, kemarin saya sudah dipilih rakyat, maka saya menyelesaikan yang ini dulu. Kalau mau nyalon lagi nanti 2019," sebut Fachrul kepada bangkapos.com, Jumat (3/5/2013).
BANGKAPOS.COM, BELITUNG - Dua anggota DPRD Kabupaten Belitung aktif dipastikan tidak menjadi bakal calon legeslatif (bacaleg) pada Pemilu Legeslatif 2014 mendatang. Keduanya adalah Suhardi dari Partai Gerindra dan Fachrul Watoni dari Partai Demokrasi Pembaharuan (PDP).
Kedua anggota DPRD tersebut tidak terdaftar sebagai bacaleg dari partai manapun di Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Belitung. Walaupun Gerindra merupakan partai peserta Pemilu Legeslatif 2014 mendatang, namun Suhardi tidak termasuk dalam nama yang didaftarkan ke KPU sebagai bacaleg. Fachrul Watoni sendiri tak menyeberang ke partai lain setelah PDP tidak termasuk sebagai peserta pemilu.
Suhardi mengatakan Partai Gerindra sebetulnya masih mengakomodir dirinya bila masih ingin mencalonkan diri sebagai legeslatif. Namun saat ini suasana hati Suhardi tidak ingin menjadi caleg. Ia hanya ingin menyelesaikan tugasnya dengan baik di DPRD hingga periode ini selesai.
"Kalau dari partai diakomodir, tetapi saya nggak mau. Karena dari awal masuk Partai Gerindra saya diajak kawan, pas DCT (daftar calon tetap) keluar ya sudah kami berjuang habis-habisan dan jadi. Kalau bicara soal nyaleg itu bicara soal suasana hati," ungkap Suhardi kepada bangkapos.com, Jumat (3/5/2013).
Fachrul Watoni juga mengungkapkan, walaupun dirinya mempunyai kesempatan menjadi bacaleg dari partai lain, namun dirinya enggan menyakiti hati pemilihnya dengan berpindah partai. Walaupun partainya saat ini bukan merupakan partai peserta pemilu mendatang.
"Nyalon itu panggilan jiwa, kemarin saya sudah dipilih rakyat, maka saya menyelesaikan yang ini dulu. Kalau mau nyalon lagi nanti 2019," sebut Fachrul kepada bangkapos.com, Jumat (3/5/2013).
Penulis : aladhi
Editor : asmadi
Sumber : bangkapos.com
gerakan bebas buta aksara alqur'an
Laporan Wartawan Bangka Pos Nurhayati
BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Bupati Bangka Yusroni Yazid mengungkapkan, di awal masa jabatannya dirinya mengadakan gerakan bebas buta aksara Al Quran. Gerakan ini dilaksanakannya bersama Badan Koordinasi Perkumpulan Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI) Kabupaten Bangka yang saat itu dipimpin Ustadz Fadillah Sobri.
"Saya kerjasama dengan beliau (Ustadz Fadillah Sobri-red) kita tangani bersama-sama. Kemudian kita biayai dari APBD. Alhamdulillah sekarang dimana-mana di pelosok-pelosok orang mendirikan TK/TPA," ungkap Yusroni saat membuka Seminar Gerakan Masyarakat Magrib Mengaji, Sabtu (4/5/2013) di Kemenag Kabupaten Bangka.
Untuk itu, ia membuat keputusan persyaratan masuk SMP, jika anak-anak yang beragama Islam tidak bisa mengaji saat lulus SD, maka tidak bisa melanjut ke SMP. Diakuinya program ini mendorong orangtua agar anaknya bisa mengaji.
"Orangtua takut bukan anaknya tidak pandai mengajinya, tetapi takut tidak melanjutkan ke SMP," ungkap Yusroni.
Namun, Yusroni menilai tidak masalah karena itu punisment (hukuman) agar orangtua sadar untuk memotivasi anak bisa mengaji.
"Standarnya dibuat BKPRMI bahwa standar yang disebut bisa mengaji itu memang betul-betul sudah tartil. Nanti ada wisuda dan sebagainya," kata Yusroni.
BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Bupati Bangka Yusroni Yazid mengungkapkan, di awal masa jabatannya dirinya mengadakan gerakan bebas buta aksara Al Quran. Gerakan ini dilaksanakannya bersama Badan Koordinasi Perkumpulan Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI) Kabupaten Bangka yang saat itu dipimpin Ustadz Fadillah Sobri.
"Saya kerjasama dengan beliau (Ustadz Fadillah Sobri-red) kita tangani bersama-sama. Kemudian kita biayai dari APBD. Alhamdulillah sekarang dimana-mana di pelosok-pelosok orang mendirikan TK/TPA," ungkap Yusroni saat membuka Seminar Gerakan Masyarakat Magrib Mengaji, Sabtu (4/5/2013) di Kemenag Kabupaten Bangka.
Untuk itu, ia membuat keputusan persyaratan masuk SMP, jika anak-anak yang beragama Islam tidak bisa mengaji saat lulus SD, maka tidak bisa melanjut ke SMP. Diakuinya program ini mendorong orangtua agar anaknya bisa mengaji.
"Orangtua takut bukan anaknya tidak pandai mengajinya, tetapi takut tidak melanjutkan ke SMP," ungkap Yusroni.
Namun, Yusroni menilai tidak masalah karena itu punisment (hukuman) agar orangtua sadar untuk memotivasi anak bisa mengaji.
"Standarnya dibuat BKPRMI bahwa standar yang disebut bisa mengaji itu memang betul-betul sudah tartil. Nanti ada wisuda dan sebagainya," kata Yusroni.
Penulis : nurhayati
Editor : asmadi
Sumber : bangkapos.com
Langganan:
Postingan (Atom)